Bagi sebagian orang, menunggu adalah hal yang membosankan. Tapi menunggu juga bisa jadi mendebarkan dan menyenangkan, tergantung apa dulu yang kita tunggu. Menanti datang kekasih tentunya hati kian berbunga-bunga, seiring detak jantung berdegup kencang, membayangkan langkah semakin mendekat. Sama halnya dengan menantikan kelahiran calon buah hati. Seperti itu pulalah yang penulis rasakan saat ini. Menanti detik-detik kelahiran karya resmi perdana, yakni novel PRAHARA NUSANTARA diterbitkan dan akhirnya dapat bertengger di etalase toko-toko buku besar di tanah air. Semoga mimpi indah itu bisa menjadi kenyataan dalam waktu dekat, amiiin! :)
Jadi, sembari menunggu, apa yang biasanya kita lakukan untuk mengisi waktu senggang? Bagi orang yang terbiasa bekerja dengan produktif, tentu harus selalu ada yang bisa dikerjakan. Yang pasti menyenangkan dan akan lebih baik jika bermanfaat. Maka penulis merasa tiba saatnya untuk mempercantik ulang tampilan blog PRAHARA NUSANTARA! :)
Well, sedikit kecewa karena ternyata ada 2 gadget yang kini broken, yakni game CONTRA dan SUPER MARIO BROS! Padahal keduanya juga muncul dalam novel lho, bahkan sedikit bocoran, adegan klimaks kisahnya bakal seru dengan banyak tembak-tembakan seperti dalam permainan CONTRA! :D Tapi tak mengapa, untuk mengobati kerinduan akan nostalgia masa kecil bermain Nintendo atau jenis konsol video game lainnya, pada kesempatan Update Situs yang kedua ini, penulis mencoba akan menambahkan beberapa fitur baru. Tentunya yang berkaitan dengan novel atau tokoh utama dalam kisahnya.
---
Update tanggal 4 Oktober 2012
- Well! Akhirnya nemu widget yang lebih OK, untuk dua game di atas! CONTRA dan SUPER MARIO BROS! Dengan layar lebih besar, AYEYYY! Lihat postingan Update Situs sebelumnya untuk mengetahui alasan mengapa SUPER MARIO BROS dan CONTRA bisa bertengger dalam alur novel ini! :D
- Satu lagi! Game unik dan seru, INDESTRUCTO-TANK! :) Mengapa Game ini dimasukkan? Karena (Bocoran lagi, dhuh! ^^;) dalam adegan mendekati klimaks, salah satu tokoh utama anggota kelompok Sapta Satria akan bertempur dengan menaiki Panser buatan dalam negeri, ANOA!!! :D Seperti apa kerennya? Dan seperti apa serunya di dalam novel? Nach, silakan mencoba dulu permainannya dan selamat ketagihan hehehe! :D
Update tanggal 5 Oktober 2012
- Tambah satu lagi mini game yang seru, dan tentunya, relevan dengan alur kisah, terutama klimaksnya! Hayo tebak, kira-kira apa yang dilakukan oleh tokoh antagonis kita dalam novel yang berhubungan dengan... Ah, lihat saja langsung gamenya, dan bayangkan kemungkinan yang terjadi jika hal serupa dituangkan ke dalam novelnya! Ya, ini juga bakal ada di novel, bukan game-nya, tapi gagasan permainannya, jadi sambil menunggu novelnya terbit, langsung main aja dech! :D ALPHATTACK! Have fun! :)
- Menjelang sore, akhirnya game yang dicari dapat juga, CAR! Mengejar waktu, mengendarai mobil dalam kecepatan tinggi sambil menghindari kepadatan lalu lintas, seperti yang harus dilakukan oleh sejumlah anggota Sapta Satria saat mereka mengejar kereta (penulis lagi baik hati, bagi-bagi spoiler melulu nich! ^^;) dimana salah satu sahabat anggota Sapta Satria yang lain diculik, atau merelakan dirinya untuk diculik, oleh, anggota Sapta Satria juga tapi membelot jadi, penjahat yang tergabung dalam jaringan teroris! Seperti apa? Sementara menunggu novelnya terbit, selamat bermain kejar-kejaran dan beraksi mengebut di jalan! Tapi ingat, hanya di komputer aja lho, jangan mengebut di jalanan betulan, OK?! :D
Itu aja dulu! Selamat berakhir pekan! :)
---
Sementara penulis memilah dan memilih gadget lain yang tak kalah menarik, silakan menikmati OST Novel PRAHARA NUSANTARA yang dipersembahkan oleh penulis dan teman-teman dari The Penampakanz Band. Sebuah lagu berjudul UNTUK IBU PERTIWI! Selamat menikmati! :)
UNTUK IBU PERTIWI
The Penampakanz
Ibu sudahlah, berhenti menangis
Pilu hati kami, tertumpah sedihmu
Ibu sabarlah, meski kau teriris
Perih luka terkoyak ulah anakmu
Kami tak rela, telah sekian lama
Kau menderita, kehilangan semangat jiwa
Kami kan bela, kehormatan dan nama
Meski harus bertaruh nyawa
Pertiwi, oh Bunda
Tetap kibar benderamu
Anggun gagah perwira
Semerbak berjaya
Merahku, Putihku
Deras aliran darahku
Sampai putus nafas
Berjuang hingga akhir waktu
:)