SAPTA SATRIA Bangkit NO-TO-NO-GO-RO! Munculnya SATRIO PININGIT Setelah GORO-GORO!

Selasa, 02 Oktober 2012

OST Novel Terbaru dan Update Situs 2.0

Yuhuuuu! :)

Bagi sebagian orang, menunggu adalah hal yang membosankan. Tapi menunggu juga bisa jadi mendebarkan dan menyenangkan, tergantung apa dulu yang kita tunggu. Menanti datang kekasih tentunya hati kian berbunga-bunga, seiring detak jantung berdegup kencang, membayangkan langkah semakin mendekat. Sama halnya dengan menantikan kelahiran calon buah hati. Seperti itu pulalah yang penulis rasakan saat ini. Menanti detik-detik kelahiran karya resmi perdana, yakni novel PRAHARA NUSANTARA diterbitkan dan akhirnya dapat bertengger di etalase toko-toko buku besar di tanah air. Semoga mimpi indah itu bisa menjadi kenyataan dalam waktu dekat, amiiin! :)

Jadi, sembari menunggu, apa yang biasanya kita lakukan untuk mengisi waktu senggang? Bagi orang yang terbiasa bekerja dengan produktif, tentu harus selalu ada yang bisa dikerjakan. Yang pasti menyenangkan dan akan lebih baik jika bermanfaat. Maka penulis merasa tiba saatnya untuk mempercantik ulang tampilan blog PRAHARA NUSANTARA! :)

Well, sedikit kecewa karena ternyata ada 2 gadget yang kini broken, yakni game CONTRA dan SUPER MARIO BROS! Padahal keduanya juga muncul dalam novel lho, bahkan sedikit bocoran, adegan klimaks kisahnya bakal seru dengan banyak tembak-tembakan seperti dalam permainan CONTRA! :D Tapi tak mengapa, untuk mengobati kerinduan akan nostalgia masa kecil bermain Nintendo atau jenis konsol video game lainnya, pada kesempatan Update Situs yang kedua ini, penulis mencoba akan menambahkan beberapa fitur baru. Tentunya yang berkaitan dengan novel atau tokoh utama dalam kisahnya.

---

Update tanggal 4 Oktober 2012
- Well! Akhirnya nemu widget yang lebih OK, untuk dua game di atas! CONTRA dan SUPER MARIO BROS! Dengan layar lebih besar, AYEYYY! Lihat postingan Update Situs sebelumnya untuk mengetahui alasan mengapa SUPER MARIO BROS dan CONTRA bisa bertengger dalam alur novel ini! :D
- Satu lagi! Game unik dan seru, INDESTRUCTO-TANK! :) Mengapa Game ini dimasukkan? Karena (Bocoran lagi, dhuh! ^^;) dalam adegan mendekati klimaks, salah satu tokoh utama anggota kelompok Sapta Satria akan bertempur dengan menaiki Panser buatan dalam negeri, ANOA!!! :D Seperti apa kerennya? Dan seperti apa serunya di dalam novel? Nach, silakan mencoba dulu permainannya dan selamat ketagihan hehehe! :D

Update tanggal 5 Oktober 2012
- Tambah satu lagi mini game yang seru, dan tentunya, relevan dengan alur kisah, terutama klimaksnya! Hayo tebak, kira-kira apa yang dilakukan oleh tokoh antagonis kita dalam novel yang berhubungan dengan... Ah, lihat saja langsung gamenya, dan bayangkan kemungkinan yang terjadi jika hal serupa dituangkan ke dalam novelnya! Ya, ini juga bakal ada di novel, bukan game-nya, tapi gagasan permainannya, jadi sambil menunggu novelnya terbit, langsung main aja dech! :D ALPHATTACK! Have fun! :)
- Menjelang sore, akhirnya game yang dicari dapat juga, CAR! Mengejar waktu, mengendarai mobil dalam kecepatan tinggi sambil menghindari kepadatan lalu lintas, seperti yang harus dilakukan oleh sejumlah anggota Sapta Satria saat mereka mengejar kereta (penulis lagi baik hati, bagi-bagi spoiler melulu nich! ^^;) dimana salah satu sahabat anggota Sapta Satria yang lain diculik, atau merelakan dirinya untuk diculik, oleh, anggota Sapta Satria juga tapi membelot jadi, penjahat yang tergabung dalam jaringan teroris! Seperti apa? Sementara menunggu novelnya terbit, selamat bermain kejar-kejaran dan beraksi mengebut di jalan! Tapi ingat, hanya di komputer aja lho, jangan mengebut di jalanan betulan, OK?! :D

Itu aja dulu! Selamat berakhir pekan! :)

---

Sementara penulis memilah dan memilih gadget lain yang tak kalah menarik, silakan menikmati OST Novel PRAHARA NUSANTARA yang dipersembahkan oleh penulis dan teman-teman dari The Penampakanz Band. Sebuah lagu berjudul UNTUK IBU PERTIWI! Selamat menikmati! :)


UNTUK IBU PERTIWI
The Penampakanz

Ibu sudahlah, berhenti menangis
Pilu hati kami, tertumpah sedihmu
Ibu sabarlah, meski kau teriris
Perih luka terkoyak ulah anakmu

Kami tak rela, telah sekian lama
Kau menderita, kehilangan semangat jiwa
Kami kan bela, kehormatan dan nama
Meski harus bertaruh nyawa

Pertiwi, oh Bunda
Tetap kibar benderamu
Anggun gagah perwira
Semerbak berjaya

Merahku, Putihku
Deras aliran darahku
Sampai putus nafas
Berjuang hingga akhir waktu

:)

Pancasila Sakti dan Prahara Nusantara

Assalamu 'alaikum Wr. Wb. :)

Setelah lewat satu bulan, akhirnya kemarin, bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2012, selesailah sudah revisi secara keseluruhan novel Prahara Nusantara dan telah dikirimkan kembali ke pihak editor. Mudah-mudahan tidak ada perubahan berarti dan dapat segera naik cetak, alhamdulillah! :)

Tak sabar menanti, selanjutnya tanda tangan kontrak dan pemilihan cover. Ada masukan bagaimana supaya cover-nya terlihat lebih ciamik? Pada waktu diterbitkan secara gerilya bagian pertama dari novel ini dengan judul GEGER SATRIO PININGIT: Eka Parwa - Serat Kalatidha, melalui Nulisbuku.com di bawah bendera ARYANI Books, label sendiri menggunakan nama istri hehehe, banyak kritik membangun, lebih tepatnya protes sich hehehe, mengapa covernya begitu? Kenapa harus seperti itu?!Yach, maksudnya, seperti ini nich... ^^;


Selasa, 04 September 2012

Teaser Novel #07

MINGGU, 23 NOVEMBER 1986
KILAS BALIK, 23 TAHUN LALU

    Markas rahasia Sapta Satria kini telah lebih mirip ‘markas’ setelah beberapa minggu lalu anggota Sapta Satria bahu-membahu membuat balai lesehan mengitari batang pohon ceri yang rindang. Meski hanya bermodal beberapa balok kayu bekas dan papan tripleks tipis yang dipaku sejajar menjadi alas tak beratap, tapi kini mereka bisa lebih nyaman dan leluasa bercengkerama sambil duduk berselonjor atau tidur-tiduran. Seperti hari itu, minggu siang usai pemutaran serial Highway to Heaven di TVRI, di kala terik panas mentari tepat ada di atas kepala, melewatkan waktu tidur siang, para anggota kelompok Sapta Satria tampak lengkap berkumpul.
    Gesang tampak asyik membuat sketsa, sementara Onggo Dewo dengan lantang mendiktekan apa yang harus digambar. Di atas dahan, Abimanyu berdiri dengan gagah menggenggam pistol mengintai sekeliling, barangkali Gerombolan Si Berat akan datang mengacau. Ronggo yang bertubuh kecil tak mau kalah, menggunakan kekeran binocular, mengamati kanan dan kiri, depan dan belakang, dengan seksama. Teguh memperlambat laju sepeda GT-BMX baru hadiah ulang tahun dari papanya, diikuti Satrio mengayuh sepeda onthel milik ayahnya, warisan mendiang kakek yang konon dulu selalu menemani berjuang gerilya sejak zaman penjajahan Jepang. Yudho melompat dari boncengan, melepas tas punggung yang berat berisi sarat. Setelah saling tos dan berjabat tangan, ketiganya bergabung duduk di sebelah Gesang dan Onggo Dewo. Yudho mengeluarkan botol sirup marquisa kental, diikuti botol plastik besar berisi air mineral dan beberapa cup plastik, disambut gembira teman-temannya yang memang sudah kehausan.
    “Kalian menggambar apa?” Tanya Teguh.
    “Bagus kalian semua sudah datang! Kami sedang pusing memikirkan cara untuk menyelamatkan dunia!”
    “HAH?!!” Yang lain bengong mendengar celutukan Onggo Dewo.
    “Memangnya dunia kenapa?” Ronggo menyorot ke arah Onggo Dewo, masih dengan kekerannya.
    “Dunia dalam bahaya!!! Alien datang menyerang! Mereka mau membasmi umat manusia! Yang bisa menolong hanya tujuh orang ksatria, yaitu kita, SAPTA SATRIA! Tapi yang aku masih bingung, bagaimana cara kita mengalahkan mereka?” Onggo Dewo menggaruk-garuk kepala.

Sabtu, 21 Juli 2012

Update Situs

Alhamdulillah...

Hari pertama puasa, 1 Ramadhan 1432 H, bertepatan dengan tanggal 21 Juli 2012, sukses ngabuburit dengan update situs resmi novel PRAHARA NUSANTARA! ^^; (Woiii ngaji, woiii! Tarawih woiiii! ;p)

Sejumlah pembaruan yang dilakukan, antara lain:
- mengubah perwajahan situs jadi lebih dinamis, pengaturan tata letak, penambahan header dan background picture, semoga bisa jadi lebih menarik. Foto yang ditampilkan adalah lokasi baku tembak tokoh utama kita dan tokoh utama penjahat tentunya, dalam klimaks novel ini! :)
- menambahkan widget-widget seperti Popular Entry, Recent Comment, Twitter Updates, Polling, Statistics, Digital Clock and Date, Page Viewed, Share It, +1 button, juga Universal Converter yang bermanfaat, dan tak ketinggalan Flash Games CONTRA dan SUPER MARIO BROS, bernostalgia dengan sahabat masa kecil, dan karena alasan khusus, kedua game ini muncul juga dalam novelnya! :)
- update terbaru, menambahkan widget MORSE translator! Bagi yang senang bermain sandi rahasia seperti waktu mengikuti kegiatan Pramuka, coba widget sederhana tapi asyik ini! Para anggota SAPTA SATRIA juga saling bertukar pesan rahasia melalui sandi Morse lho! Baca cuplikan dalam novelnya di bawah ini! :)

Teaser Novel #06

JAGAD DEWA BATHARA!!!...

Bom Bali I diledakkan oleh Amrozi dan kawan-kawan tanggal 12 Oktober 2002. Jika ditulis begini: 12/10/02, dan sesuai pola, dihilangkan angka 0, maka dihasilkan: 12/1/2.

Tragedi 9/11 terjadi 11 November 2001, yakni 1 tahun sebelumnya. Sesuai pola ditulis: 9/11/01, hilangkan angka 0 menjadi: 9/11/1.

Jika format penulisannya disamakan yakni bulan-tanggal-tahun (mm/dd/yy), diperoleh: 9/11/1 dan 1/12/2! 

Hampir semua orang awas dengan kode telepon darurat (Emergency) yang berlaku internasional yaitu 9-1-1! Tapi adakah yang menyadari bahwa kode panggilan darurat di Indonesia adalah: 1-1-2?! 

Kode yang sama dengan panggilan Unit Reaksi Cepat Polisi?!

Seakan tak cukup membuat tercengang, kali ini tanggal kejadian Bom Bali II yang menyentaknya! 

1 Oktober 2005 = 01/10/05! Hilangkan angka 0, tanggal dan bulan ditulis bolak-balik pun hasilnya sama: 1-1-5! Itu adalah kode darurat Search and Rescue (SAR)! 

Jika diambil 01/10-nya saja, 1-1-0 adalah kode untuk panggilan, lagi-lagi, POLISI!

SINTING!!!... SARAP!!!... SETAN!!!... KURAP!!!...

Teaser Novel #05

Akeh sing kudhung kuwali lumuten. Padha kapikat katut janji. Teneba pangkat drajat malah ngajak mlarat. Pintere wicara sing bener digawe ala. Akeh wong mati pinggir kali. Tanpa sirah mung gembunge... 

Terjemahan: Banyak orang bertopi baja hijau lumut. Menjadi terpikat oleh janji-janji. Diberi pangkat dan kedudukan malah mengajak melarat. Orang pandai berbicara membuat yang benar jadi salah. Banyak orang mati di tepi sungai. Tanpa kepala hanya tubuhnya... 

(Jangka Jayabaya, bait 130)

* * *

Lelaki itu berlari. Terengah-engah, ia terus berlari. Malam semakin pekat. Pengejarnya pun kian dekat. Berpacu cepat dengan bayangan yang mengejarnya hendak menjerat. Ketakutannya berpadu dengan nafas tersengal, berat menggebu. Bulan sabit yang mengintai dari balik mega gelap di angkasa, bagai arit tajam yang siap terayun dan menebas kepalanya. 

Sontak kengerian meremang tubuhnya yang bergidik, terkesiap. Sosok itu sudah berdiri menghadang di depannya! Sosok dengan sabit besar, berjubah hitam, wajah tertutup samar, tampak mengenakan topeng. Topeng mengerikan, melotot bertaring! Bagai wajah dewa kematian hendak mencerabut nyawa, menjemput ajalnya!

Sekali tebas, CRAAAT!!! Kepala itu pun menggelinding! Darah menyembur dari pangkal leher, deras memancar! Perlahan tubuh itu jatuh berdebam! Sejenak berjengit dan berkelojotan, lalu diam. Untuk selamanya. Mati penasaran dengan mengenaskan.

Teaser Novel #04

“Nama Irawan Yudho Prawiro khan... Tidak mengandung unsur NO, Yud?”

 “PERSETAN!!! NO-TO-NO-GO-RO! Segala HO-NO-CO-RO-KO atau DO-TO-SO-WO-LO... SO WHAT GITU LOCH?!!” Dara sedapat mungkin menahan geli.

“Bagiku ini sudah keterlaluan!!! Dengan atau tanpa pola, takkan kubiarkan orang itu membunuhku, atau siapapun di antara kita!!!” Yudho sungguh-sungguh marah.

Terbayang permainan petak umpet, masa kanak-kanak dahulu. Hanya saja kali ini Yudho merasa berada dalam gelap, dan cuma bisa melihat dari ruang kaca tebal, penuh kabut, serba kedap. Ketika teman-teman sedang mendekam di tempat persembunyian, seorang anak yang mengenakan topeng berjalan mengendap-endap mendekati satu anak yang terdekat.

Tiba-tiba, tanpa ampun, dari belakang ia menikam dan menghunjamkan berkali-kali pisau berkilatan tajam ke punggung teman yang tak pernah menduga!!! Cras! Cras! Cras!!!... Menggelepar, terkapar, meregang nyawa! Bagai burung yang terpojok dalam sangkar, direnggut, dicekik, diremas kuat, lalu dipatahkan lehernya!

Tu, wa, ga, pat, ma, nam, juh, pan, lan, luh...
Siapa teman, siapa musuh?!
Satu ksatria gugur. Satu dari tujuh...
Dua, tiga, empat, lima. Hingga cawan darah penuh!


Belum puas melihat korbannya bergenangan darah, hasrat membunuh anak itu justru kian bertambah. Mengendap-endap, memburu, dengan dingin digoroki temannya, satu persatu! Aksi sadis film bisu! Di akhir permainan, hanya satu anak yang keluar dari tempat sembunyi. Anak yang bisu, gagap, gagu, dengan bibir membiru, pura-pura tidak tahu. Pulang ke rumah, memasang topeng polos agak bodoh dan mimik sedih memelas, wajah aslinya yang kejam dicampakkan terkubur bersama tumpukan enam jasad mungil yang membusuk di dasar gelap bergenang, kubangan sumur!

Yudho bergidik ngeri, terngiang-ngiang di kepala, suara anak kecil itu bergema...

Tu, wa, ga, pat, ma, nam, juh, pan, lan, luh...
Siapa teman, siapa musuh?!



OST Novel: Instrumental

Video lagu JERIT PRAJURIT yang ditampilkan di sini adalah versi instrumental yang memang direncanakan sebagai Background Music pengiring bagi sejumlah scene dalam film PRAHARA NUSANTARA, dengan catatan ada yang berminat memproduserinya! ;p Meski demikian lagu itu mempunyai lirik lho! Pada lain kesempatan, insya Allah, penulis, eh pemusik, akan mencoba memainkan sembari menyanyikannya, ehm! EHM! ;p~ Hehehe...

Semoga dengan membaca lirik lagu tersebut, seperti halnya dua lagu tema novel sebelumnya, pembaca bisa lebih menangkap kesan yang mendalam dari novelnya, seraya membayangkan kira-kira akan jadi seperti apa novel ini bila difilmkan yaaa? :D Akan menarik, Insya Allah, tentunya! Ya, semoga! :)

Terima kasih atas do’a dan dukungan dari teman-teman semua! ^^;v
Terus berkarya dan jangan patah semangat! Selamat Berjuang!!! ^^;v

Jumat, 20 Juli 2012

Kamilah Sapta Satria!



SAPTA SATRIA, as drawn by Wisanggeni

(Ki-ka): Irawan YUDHO Prawiro, RONGGO Waskito, SATRIO Adiguno Pranoto, ABIMANYU Wibisono, TEGUH Samudro, ONGGO DEWO Pamungkas, GESANG Priyo Utomo 
(Gatotkaca, Irawan, Antareja, Abimanyu, Pancawala, Antasena, Wisanggeni)

Teaser Novel #03

Ambulans itu keluar dari RSCM. Sirenenya meraung memilukan membuat semua yang melihat sontak menyibak, memberikan jalan. Ambulans meluncur dengan kecepatan tinggi, dikawal oleh tiga buah mobil patroli, dan didahului oleh dua motor BM polisi, diikuti oleh iring-iringan keluarga besar yang turut berduka cita atas kepergian dia yang terbaring di peti mati dalam ambulans yang meluncur hendak membawanya ke rumah duka untuk disemayamkan setelah otopsi selesai, lalu dikuburkan sore hari ini.
 

Iring-iringan mulai melalui daerah padat kendaraan. Meski motor BM dengan sangar tak berhenti menyalak galak lewat jerit klaksonnya yang khas, namun apa daya, kemacetan yang begitu mengular menggila memaksa bahkan rombongan VIP sekalipun harus bersabar dan merasakan deritanya merakyat, bermandi peluh tak berbeda seperti pengemudi kendaraan yang lainnya. Ketika akhirnya rombongan berhasil lepas dari kemacetan, dua motor BM langsung melesat memotong lampu lalu lintas. Saat itulah dari sebelah kanan, sebuah truk sampah dalam kecepatan sangat tinggi meluncur tanpa rem menerobos lampu yang telah berganti merah, begitu saja memotong menabrakkan diri ke arah mobil patroli dan pengawalan (patwal) polisi persis di belakang ambulans yang telah dapat meloloskan diri!
 

BRUAAKKKK!!! CKIIIIITTTT... BRAKKK!! BRUKKKK!!! CRAAAATTS!!!
 

Terjadi tabrakan beruntun antara truk dan mobil patwal polisi, yang naasnya juga diseruduk bertubi-tubi oleh mobil-mobil di belakangnya. Kecelakaan yang mengenaskan itu tak ayal membuat macet kondisi di perempatan lampu lalu lintas itu, menghentikan laju rombongan yang bersungut-sungut tak bisa lewat, harus kehilangan jejak ambulans yang melesat meninggalkan mereka tanpa rasa bersalah atau peduli sekedar menanti.
 

Kondisi mobil patwal polisi rusak berat, ringsek di hidungnya dihajar oleh truk sampah, adapun polisi yang mengendarai luka parah dan terjepit, berusaha ditolong oleh teman-temannya yang lain keluar. Saat salah satu polisi berusaha menangkap supir truk, ternyata ia telah lari dan saat dikejar dengan melepas satu tembakan peringatan ke udara, entah darimana tiba-tiba sebuah sepeda motor dari arah belakang menggeram memacu lajunya dan supir truk itu langsung melompat membonceng, lalu keduanya melarikan diri dan dalam sekejap menghilang berbelok di tikungan.
 

Sementara itu, dua polisi yang mengendarai motor BM mulai menyadari apa yang terjadi, memperlambat laju dan memberi kode ambulans untuk menepi dan berhenti. Namun saat kedua polisi datang menghampiri, tiba-tiba supir ambulans yang tenang menanti dengan senyuman menyeringai lalu mengeluarkan sepucuk pistol dan langsung menyalak menembak kedua polisi lalu lintas yang malang, DEBBB! DEBBB!! Keduanya langsung roboh dan mati di tempat. Ambulans lalu mulai berjalan lagi tanpa menyalakan sirene, meluncur dalam diam seribu bahasa, menyimpan misteri akan apa yang terjadi.


Teaser Novel #02

”Satria keenam bergelar Satrio Boyong Pambukaning Gapura. Yang dimaksud adalah presiden Republik Indonesia saat ini, Susilo Bambang Yudhoyono. Mengapa disebut boyong? Karena ia kerap boyongan atau berpindah-pindah posisi. Dari semula seorang Letnan Jenderal TNI aktif, tak disangka karir militernya harus terhenti ketika diangkat dalam jabatan sipil sebagai Menteri Pertambangan dan Energi pada era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Tidak lama di posisi itu, ia dialihtugaskan menjadi Menteri Koordinator bidang Politik, Sosial dan Keamanan (Menkopolsoskam) yang lalu diberhentikan karena gagal mencegah upaya impeachment terhadap Gus Dur oleh MPR yang gerah terhadap sepak terjang sang presiden, meskipun kepada SBY telah diberikan Maklumat, pengganti Dekrit yang sempat diancamkan akan diterbitkan, untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan guna mengatasi krisis serta ’menegakkan ketertiban, keamanan, dan hukum secepat-cepatnya’. SBY tidak dapat berbuat apa-apa, karena hanya delapan jam setelah Maklumat, MPR mempercepat diselenggarakan Sidang Istimewa (SI). Setelah Gus Dur diberhentikan melalui SI MPR, SBY diangkat lagi oleh Presiden Megawati Soekarnoputeri menjadi Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam). Menjelang Pemilihan Umum 2004, SBY mengundurkan diri sebagai menteri dan mendirikan Partai Demokrat sebagai jembatan pengantar dirinya berlaga memperebutkan kursi RI-1. Pada pemilihan umum pertama yang dipilih langsung oleh rakyat tahun 2004, ia dengan gemilang memenangkan suara mayoritas sehingga terpilih sebagai presiden yang keenam, pindah dari kantor Menteri Koordinator, untuk berdiam di Istana Negara sebagai orang nomor satu di negeri ini. Adapun Pambukaning Gapura atau pembuka gerbang bisa diartikan bahwa pada masa kepemimpinannyalah terbuka gerbang menuju kebangkitan kembali kebesaran Indonesia sebagai bangsa hingga kelak akan tiba di masa keemasan pada era presiden ketujuh, yakni satria ketujuh yang bergelar Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu, yang berarti satria berwatak pendeta atau ulama yang kejatuhan wahyu, yakni manusia pilihan yang diridhoi oleh Tuhan maupun alam untuk menegakkan kembali kejayaan di bumi Nusantara ini!”

Teaser Novel #01

“BANGUNLAH, NGGER!”

“S… Siapa?”

“Bangunlah dari tidur panjangmu. Sadarilah kembali sejatinya dirimu.”

“Aku?... Siapakah Aku?”

“Masa lima ratus tahun sudah lewat. Saatnya menagih hutang janji dan membalaskan dendam kesumat. Aku kembali datang setelah terasing di negeri seberang. Akulah yang akan menuntun jalan untuk memenuhi takdirmu! Kau adalah yang tersembunyi dan engkaulah yang terang! Kau adalah yang dinanti, dan saatnya telah datang!”

”Tapi, aku tak mengerti...”

”Saat ini kau memang belum mengerti, tapi Aku datang untuk mendampingi. Ikutilah kata hati! Dengarkan kata-kataku, karena Akulah yang samar namun nyata adanya. Aku yang selalu hadir namun tetap tersembunyi. Singgasana-Ku adalah persemayaman dalam hati nurani. Dan segala titah-Ku mesti berkuasa atasmu, harus engkau laksanakan! Maka lakukanlah, Ngger! Kerjakan apa yang harus engkau kerjakan! Aku akan mengilhami. Nanti juga kau akan mengerti!”

”Jadi... Apa yang harus Aku lakukan?”

”KELUAR DARI PINGITAN!!!”

* * *

OST Novel: Ending Theme


Assalamu 'alaikum Wr. Wb.

Menyusul telah diunggahnya video lagu pembuka Original Soundtrack Theme dari Novel PRAHARA NUSANTARA - GEGER SATRIO PININGIT, (semoga menyusul filmnya diwujudkan, hehehe amiiin! ^^;) berikut adalah video tema penutup dari OST Novel Prahara Nusantara! Selamat menikmati! :)

OST Novel: Opening Theme


Ya, benar! Tak salah! Yang akan kami bagikan dengan senang hati berikut ini adalah Original Soundtrack Theme dari novel perdana karya Dhimas Wisnu Mahendra: PRAHARA NUSANTARA - GEGER SATRIO PININGIT!!! :)

Resensi Novel

SAPTA SATRIA BANGKIT NO-TO-NO-GO-RO!
MUNCULNYA SATRIO PININGIT SETELAH GORO-GORO!!!
 
Tujuh putera Pandawa! Tujuh orang Ksatria! Tujuh sahabat masa kecil bersumpah Satya Bela Negara sebagai Sapta Satria! Saat negara berada di ambang malapetaka, salah satu Ksatria tewas terbunuh, meninggalkan pesan kepada Satrio, bahwa satu dari tujuh bersahabat berkedok sebagai Satrio Piningit, sosok berbahaya yang ingin menghancurkan Indonesia lalu mendirikan negara baru sesuai idealismenya! Berpacu dengan waktu, Satrio berusaha "membangkitkan" kembali satu demi satu Ksatria yang tersisa sambil berusaha membuka topeng, menyingkap wajah di balik kedok Satrio Piningit misterius yang berambisi mewujudkan ramalan JAYABAYA dengan menjadikan GORO-GORO sebagai pengantar kemunculan dirinya!

SATRIO PININGIT SEJATI yang telah lama dinanti!



Pambukaning Gapura

Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Minggu lalu, Rabu, 11 Juli 2012, bertepatan dengan hari libur, atau tepatnya hari yang diliburkan untuk penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah, Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Alhamdulillah telah selesai ditulis novel perdana penulis, tentative diberi judul:

PRAHARA NUSANTARA - Geger Satrio Piningit