SAPTA SATRIA Bangkit NO-TO-NO-GO-RO! Munculnya SATRIO PININGIT Setelah GORO-GORO!

Jumat, 20 Juli 2012

Teaser Novel #03

Ambulans itu keluar dari RSCM. Sirenenya meraung memilukan membuat semua yang melihat sontak menyibak, memberikan jalan. Ambulans meluncur dengan kecepatan tinggi, dikawal oleh tiga buah mobil patroli, dan didahului oleh dua motor BM polisi, diikuti oleh iring-iringan keluarga besar yang turut berduka cita atas kepergian dia yang terbaring di peti mati dalam ambulans yang meluncur hendak membawanya ke rumah duka untuk disemayamkan setelah otopsi selesai, lalu dikuburkan sore hari ini.
 

Iring-iringan mulai melalui daerah padat kendaraan. Meski motor BM dengan sangar tak berhenti menyalak galak lewat jerit klaksonnya yang khas, namun apa daya, kemacetan yang begitu mengular menggila memaksa bahkan rombongan VIP sekalipun harus bersabar dan merasakan deritanya merakyat, bermandi peluh tak berbeda seperti pengemudi kendaraan yang lainnya. Ketika akhirnya rombongan berhasil lepas dari kemacetan, dua motor BM langsung melesat memotong lampu lalu lintas. Saat itulah dari sebelah kanan, sebuah truk sampah dalam kecepatan sangat tinggi meluncur tanpa rem menerobos lampu yang telah berganti merah, begitu saja memotong menabrakkan diri ke arah mobil patroli dan pengawalan (patwal) polisi persis di belakang ambulans yang telah dapat meloloskan diri!
 

BRUAAKKKK!!! CKIIIIITTTT... BRAKKK!! BRUKKKK!!! CRAAAATTS!!!
 

Terjadi tabrakan beruntun antara truk dan mobil patwal polisi, yang naasnya juga diseruduk bertubi-tubi oleh mobil-mobil di belakangnya. Kecelakaan yang mengenaskan itu tak ayal membuat macet kondisi di perempatan lampu lalu lintas itu, menghentikan laju rombongan yang bersungut-sungut tak bisa lewat, harus kehilangan jejak ambulans yang melesat meninggalkan mereka tanpa rasa bersalah atau peduli sekedar menanti.
 

Kondisi mobil patwal polisi rusak berat, ringsek di hidungnya dihajar oleh truk sampah, adapun polisi yang mengendarai luka parah dan terjepit, berusaha ditolong oleh teman-temannya yang lain keluar. Saat salah satu polisi berusaha menangkap supir truk, ternyata ia telah lari dan saat dikejar dengan melepas satu tembakan peringatan ke udara, entah darimana tiba-tiba sebuah sepeda motor dari arah belakang menggeram memacu lajunya dan supir truk itu langsung melompat membonceng, lalu keduanya melarikan diri dan dalam sekejap menghilang berbelok di tikungan.
 

Sementara itu, dua polisi yang mengendarai motor BM mulai menyadari apa yang terjadi, memperlambat laju dan memberi kode ambulans untuk menepi dan berhenti. Namun saat kedua polisi datang menghampiri, tiba-tiba supir ambulans yang tenang menanti dengan senyuman menyeringai lalu mengeluarkan sepucuk pistol dan langsung menyalak menembak kedua polisi lalu lintas yang malang, DEBBB! DEBBB!! Keduanya langsung roboh dan mati di tempat. Ambulans lalu mulai berjalan lagi tanpa menyalakan sirene, meluncur dalam diam seribu bahasa, menyimpan misteri akan apa yang terjadi.


* * *


”BIADAB!! LAKNAT!!!” AKBP Gondo Sunyoto tak bisa menyembunyikan kegeramannya. ”Impian kosong masa kecil macam apa ini? Jadi kau pikir dia sendiri yang sengaja menciptakan rangkaian Goro-Goro? Lalu ketika negara ini kian kacau-balau dan tak terkendali, ia kelak muncul di saat yang tepat dan mengaku sebagai Satrio Piningit yang telah lama dinanti hadirnya, untuk menyelamatkan negara ini? Apa-apaan ini? Penjahat mengaku pahlawan?!”

”Hmm, agak kekanak-kanakan memang, tapi nyatanya korban telah jatuh, Dan!” Yudho menggumam. “Tanpa mengenyampingkan ratusan atau bahkan ribuan korban aksi terorisme dan separatisme di tanah air selama ini, dari kelompok kami saja telah ada bukti nyata terbujur di depan mata. Abimanyu telah menjadi martir! Satria pertama yang gugur! Dan hampir saja menyusul Antareja di sini...”


Satrio terkejut, spontan mengangkat tangan mencegah Yudho yang keceplosan menyebutkan nama sandi dirinya sebagai anggota Sapta Satria!


“SIAPA?”


“Ah, maaf, Dan! Itu... Hanya kebiasaan saya saja memanggil dia yang sejak kecil menyukai tokoh wayang Antareja, putera Bhima.” Gelagapan Yudho menangkap isyarat Satrio, mencoba berkelit dari kecurigaan komandannya, ”Yah, anda tahu khan? Semata karena kecerdasan Satrio ini yang membuat kami menjulukinya demikian, sebab Antareja terkenal punya lidah yang sakti.” Kilahnya asal.


Satrio melotot setengah menahan tawa. Namun tak ayal tercuat heran mengetahui Yudho ternyata sedikit banyak tahu latar belakang kisah tokoh wayang yang menjadi nama sandi dirinya itu, meski lidah sakti Antareja yang digambarkan pendiam bukan berarti pandai bersilat lidah melainkan karena mengandung bisa, beracun dan mematikan.


“Jadi, biar kupertegas, maksud kalian Satrio Piningit gadungan ini ingin menjadi Satrio Piningit sejati alias Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu? Dan karena dalam ramalan disebutkan bahwa Satrio Piningit baru akan muncul setelah adanya Goro-Goro, maka ia sengaja menciptakan sendiri kondisi Goro-Goro di tanah air untuk memulus dan ratakan jalan bagi kemunculannya?! GILA!!! Apakah menurut kalian ia mengincar kursi Presiden RI ke-7?!” Dara Paramitha turut bermain dengan spekulasi.


AKBP Gondo Sunyoto, Satrio dan Yudho menatap Polwan cantik itu terpana.


Satrio Piningit... Untuk tujuan itukah?


Tok-tok-tok! Pintu ruangan interogasi diketuk dari luar. Seorang perwira paruh baya masuk dan memberi isyarat minta maaf telah menginterupsi kepada AKBP Gondo Sunyoto dan semua yang ada di dalam.
 

”Headline News! Kurasa kalian harus melihatnya!”

* * * 
Maka tak hanya heboh di televisi, surat kabar yang terbit sore hari itu pun ramai menulis di headline berita mereka: ”Penculikan Mayat Anggota DPR”; ”Habis Dibunuh Mayat Dicuri”; ”Sindikat Pencuri Mayat Gentayangan”; ”Aksi Teroris Di Siang Bolong”; dan seabrek judul bombastis yang lain bak berlomba mewartakan peristiwa aneh lagi menggemparkan yang terjadi siang hari itu.

Ya, iring-iringan patroli pengawalan polisi yang bertugas mengiringi ambulans yang membawa jenazah anggota DPR, Abimanyu Wibisono, telah disabotase siang tadi oleh aksi yang rapi dan sistematis. Bak adegan dalam film, dua orang polisi pengendara motor BM tewas ditembak, ambulans dibawa lari, seorang polisi di mobil patroli luka parah akibat terjepit saat mobil diseruduk oleh truk sampah dengan sengaja, belum lagi luka-luka ringan para pengendara dan penumpang kendaraan di belakang iring-iringan yang beruntun ikut saling tabrakan. Kejadian yang berlangsung cepat dan terorganisir ini juga membuyarkan rencana Yudho dan Satrio yang sedianya berniat sekaligus melayat ke Depok setelah diberitahu Dara Paramitha bahwa jenazah sahabat mereka saat itu tengah diberangkatkan dari RSCM menuju ke rumah duka yang menurut rencana akan langsung dikebumikan sore harinya.
 

Isak tangis kian pecah membahana di kediaman Abimanyu di Depok, saat istri mendiang, Utari Dewi, jatuh pingsan mendengar kabar jenazah suaminya hilang diculik sindikat gelap yang belum jelas maksud dan tujuannya. Keluarga besar dan para tetangga yang sedianya telah bersiap akan memakamkan jenazah dan tinggal menanti kedatangan ambulans yang dikawal oleh pihak kepolisian, hanya bisa mengurut dada dan memendam kesedihan mendalam seraya geleng kepala tak percaya, seakan belum cukup memukul kasus pembunuhan sadis yang menimpa Abimanyu di pagi dini hari kemarin, ada lagi kejadian yang aneh seperti ini. Liang lahat yang telah dipersiapkan pun hanya menganga membisu. Rombongan yang telah lama menanti akhirnya pamit dan undur diri, pulang satu per satu. Langit mendung senja itu muram lesu. Kelam pucat bagai mayat yang membujur dingin kaku. Mayat yang entah dimana rimbanya tak seorang pun kini tahu.

Dhimas Wisnu Mahendra :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar