Bom Bali I diledakkan oleh Amrozi dan kawan-kawan tanggal 12 Oktober 2002. Jika ditulis begini: 12/10/02, dan sesuai pola, dihilangkan angka 0, maka dihasilkan: 12/1/2.
Tragedi 9/11 terjadi 11 November 2001, yakni 1 tahun sebelumnya. Sesuai pola ditulis: 9/11/01, hilangkan angka 0 menjadi: 9/11/1.
Jika format penulisannya disamakan yakni bulan-tanggal-tahun (mm/dd/yy), diperoleh: 9/11/1 dan 1/12/2!
Hampir semua orang awas dengan kode telepon darurat (Emergency) yang berlaku internasional yaitu 9-1-1! Tapi adakah yang menyadari bahwa kode panggilan darurat di Indonesia adalah: 1-1-2?!
Kode yang sama dengan panggilan Unit Reaksi Cepat Polisi?!
Seakan tak cukup membuat
tercengang, kali ini tanggal kejadian Bom Bali II yang menyentaknya!
1 Oktober 2005 = 01/10/05! Hilangkan angka 0, tanggal dan bulan ditulis
bolak-balik pun hasilnya sama: 1-1-5! Itu adalah kode darurat Search and
Rescue (SAR)!
Jika diambil 01/10-nya saja, 1-1-0 adalah kode untuk
panggilan, lagi-lagi, POLISI!
SINTING!!!... SARAP!!!... SETAN!!!... KURAP!!!...
Panggilan darurat atau Emergency identik dengan simbol S.O.S, singkatan dari Save Our Soul. Bom Bali I menitikberatkan pada kondisi darurat yang luar biasa ketika beratus-ratus orang tewas seketika, sebagian lain meradang, meregang nyawa pada saat hampir bersamaan. Kepanikan melanda, lengkingan pilu, jeritan minta pertolongan dan tangisan kehilangan menyayat hati terdengar dimana-mana. CHAOS! Kekacauan adalah tujuan yang disasar oleh pelaku aksi terorisme! Mereka menikmatinya!
Giliran Bom
Bali II, pesan implisitnya adalah Search and Rescue, carilah dan
selamatkan! Kedua aksi terorisme besar tersebut menuding langsung
polisi! Secara tidak langsung bisa diartikan sebagai pesan tantangan
yang amat berani untuk pihak kepolisian, khususnya Detasemen Khusus 88
Anti Teror yang memang dibentuk untuk menanggulangi aksi-aksi terorisme
di tanah air!
Seperti tengah bermain petak umpet, mereka menantang
Densus 88 untuk memburu teroris dan cobalah selamatkan lebih banyak
nyawa sebelum korban yang lebih besar akan berjatuhan kembali dalam aksi
mengguncang yang lebih dahsyat!
Dhimas Wisnu Mahendra :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar