Alhamdulillah...
Hari pertama puasa, 1 Ramadhan 1432 H, bertepatan dengan tanggal 21 Juli 2012, sukses ngabuburit dengan update situs resmi novel PRAHARA NUSANTARA! ^^; (Woiii ngaji, woiii! Tarawih woiiii! ;p)
Sejumlah pembaruan yang dilakukan, antara lain:
- mengubah perwajahan situs jadi lebih dinamis, pengaturan tata letak, penambahan header dan background picture, semoga bisa jadi lebih menarik. Foto yang ditampilkan adalah lokasi baku tembak tokoh utama kita dan tokoh utama penjahat tentunya, dalam klimaks novel ini! :)
- menambahkan widget-widget seperti Popular Entry, Recent Comment, Twitter Updates, Polling, Statistics, Digital Clock and Date, Page Viewed, Share It, +1 button, juga Universal Converter yang bermanfaat, dan tak ketinggalan Flash Games CONTRA dan SUPER MARIO BROS, bernostalgia dengan sahabat masa kecil, dan karena alasan khusus, kedua game ini muncul juga dalam novelnya! :)
- update terbaru, menambahkan widget MORSE translator! Bagi yang senang bermain sandi rahasia seperti waktu mengikuti kegiatan Pramuka, coba widget sederhana tapi asyik ini! Para anggota SAPTA SATRIA juga saling bertukar pesan rahasia melalui sandi Morse lho! Baca cuplikan dalam novelnya di bawah ini! :)
SAPTA SATRIA Bangkit NO-TO-NO-GO-RO! Munculnya SATRIO PININGIT Setelah GORO-GORO!
Sabtu, 21 Juli 2012
Teaser Novel #06
JAGAD DEWA BATHARA!!!...
Bom Bali I diledakkan oleh Amrozi dan kawan-kawan tanggal 12 Oktober 2002. Jika ditulis begini: 12/10/02, dan sesuai pola, dihilangkan angka 0, maka dihasilkan: 12/1/2.
Tragedi 9/11 terjadi 11 November 2001, yakni 1 tahun sebelumnya. Sesuai pola ditulis: 9/11/01, hilangkan angka 0 menjadi: 9/11/1.
Jika format penulisannya disamakan yakni bulan-tanggal-tahun (mm/dd/yy), diperoleh: 9/11/1 dan 1/12/2!
Hampir semua orang awas dengan kode telepon darurat (Emergency) yang berlaku internasional yaitu 9-1-1! Tapi adakah yang menyadari bahwa kode panggilan darurat di Indonesia adalah: 1-1-2?!
Kode yang sama dengan panggilan Unit Reaksi Cepat Polisi?!
SINTING!!!... SARAP!!!... SETAN!!!... KURAP!!!...
Bom Bali I diledakkan oleh Amrozi dan kawan-kawan tanggal 12 Oktober 2002. Jika ditulis begini: 12/10/02, dan sesuai pola, dihilangkan angka 0, maka dihasilkan: 12/1/2.
Tragedi 9/11 terjadi 11 November 2001, yakni 1 tahun sebelumnya. Sesuai pola ditulis: 9/11/01, hilangkan angka 0 menjadi: 9/11/1.
Jika format penulisannya disamakan yakni bulan-tanggal-tahun (mm/dd/yy), diperoleh: 9/11/1 dan 1/12/2!
Hampir semua orang awas dengan kode telepon darurat (Emergency) yang berlaku internasional yaitu 9-1-1! Tapi adakah yang menyadari bahwa kode panggilan darurat di Indonesia adalah: 1-1-2?!
Kode yang sama dengan panggilan Unit Reaksi Cepat Polisi?!
Seakan tak cukup membuat
tercengang, kali ini tanggal kejadian Bom Bali II yang menyentaknya!
1 Oktober 2005 = 01/10/05! Hilangkan angka 0, tanggal dan bulan ditulis
bolak-balik pun hasilnya sama: 1-1-5! Itu adalah kode darurat Search and
Rescue (SAR)!
Jika diambil 01/10-nya saja, 1-1-0 adalah kode untuk
panggilan, lagi-lagi, POLISI!
SINTING!!!... SARAP!!!... SETAN!!!... KURAP!!!...
Teaser Novel #05
Akeh sing kudhung kuwali lumuten. Padha kapikat katut janji. Teneba
pangkat drajat malah ngajak mlarat. Pintere wicara sing bener digawe
ala. Akeh wong mati pinggir kali. Tanpa sirah mung gembunge...
Terjemahan: Banyak orang bertopi baja hijau lumut. Menjadi terpikat oleh
janji-janji. Diberi pangkat dan kedudukan malah mengajak melarat. Orang
pandai berbicara membuat yang benar jadi salah. Banyak orang mati di
tepi sungai. Tanpa kepala hanya tubuhnya...
(Jangka Jayabaya, bait 130)
* * *
Lelaki itu berlari.
Terengah-engah, ia terus berlari. Malam semakin pekat. Pengejarnya pun
kian dekat. Berpacu cepat dengan bayangan yang mengejarnya hendak
menjerat. Ketakutannya berpadu dengan nafas tersengal, berat menggebu.
Bulan sabit yang mengintai dari balik mega gelap di angkasa, bagai arit
tajam yang siap terayun dan menebas kepalanya.
Sontak kengerian meremang tubuhnya yang bergidik, terkesiap. Sosok itu sudah berdiri menghadang di depannya! Sosok dengan sabit besar, berjubah hitam, wajah tertutup samar, tampak mengenakan topeng. Topeng mengerikan, melotot bertaring! Bagai wajah dewa kematian hendak mencerabut nyawa, menjemput ajalnya!
Sekali tebas, CRAAAT!!! Kepala itu pun menggelinding! Darah menyembur dari pangkal leher, deras memancar! Perlahan tubuh itu jatuh berdebam! Sejenak berjengit dan berkelojotan, lalu diam. Untuk selamanya. Mati penasaran dengan mengenaskan.
Teaser Novel #04
“Nama Irawan Yudho Prawiro khan... Tidak mengandung unsur NO, Yud?”
“PERSETAN!!! NO-TO-NO-GO-RO! Segala HO-NO-CO-RO-KO atau DO-TO-SO-WO-LO... SO WHAT GITU LOCH?!!” Dara sedapat mungkin menahan geli.
“Bagiku ini sudah keterlaluan!!! Dengan atau tanpa pola, takkan kubiarkan orang itu membunuhku, atau siapapun di antara kita!!!” Yudho sungguh-sungguh marah.
Terbayang permainan petak umpet, masa kanak-kanak dahulu. Hanya saja kali ini Yudho merasa berada dalam gelap, dan cuma bisa melihat dari ruang kaca tebal, penuh kabut, serba kedap. Ketika teman-teman sedang mendekam di tempat persembunyian, seorang anak yang mengenakan topeng berjalan mengendap-endap mendekati satu anak yang terdekat.
Tiba-tiba, tanpa ampun, dari belakang ia menikam dan menghunjamkan berkali-kali pisau berkilatan tajam ke punggung teman yang tak pernah menduga!!! Cras! Cras! Cras!!!... Menggelepar, terkapar, meregang nyawa! Bagai burung yang terpojok dalam sangkar, direnggut, dicekik, diremas kuat, lalu dipatahkan lehernya!
Tu, wa, ga, pat, ma, nam, juh, pan, lan, luh...
Siapa teman, siapa musuh?!
Satu ksatria gugur. Satu dari tujuh...
Dua, tiga, empat, lima. Hingga cawan darah penuh!
Belum puas melihat korbannya bergenangan darah, hasrat membunuh anak itu justru kian bertambah. Mengendap-endap, memburu, dengan dingin digoroki temannya, satu persatu! Aksi sadis film bisu! Di akhir permainan, hanya satu anak yang keluar dari tempat sembunyi. Anak yang bisu, gagap, gagu, dengan bibir membiru, pura-pura tidak tahu. Pulang ke rumah, memasang topeng polos agak bodoh dan mimik sedih memelas, wajah aslinya yang kejam dicampakkan terkubur bersama tumpukan enam jasad mungil yang membusuk di dasar gelap bergenang, kubangan sumur!
Yudho bergidik ngeri, terngiang-ngiang di kepala, suara anak kecil itu bergema...
Tu, wa, ga, pat, ma, nam, juh, pan, lan, luh...
Siapa teman, siapa musuh?!
“PERSETAN!!! NO-TO-NO-GO-RO! Segala HO-NO-CO-RO-KO atau DO-TO-SO-WO-LO... SO WHAT GITU LOCH?!!” Dara sedapat mungkin menahan geli.
“Bagiku ini sudah keterlaluan!!! Dengan atau tanpa pola, takkan kubiarkan orang itu membunuhku, atau siapapun di antara kita!!!” Yudho sungguh-sungguh marah.
Terbayang permainan petak umpet, masa kanak-kanak dahulu. Hanya saja kali ini Yudho merasa berada dalam gelap, dan cuma bisa melihat dari ruang kaca tebal, penuh kabut, serba kedap. Ketika teman-teman sedang mendekam di tempat persembunyian, seorang anak yang mengenakan topeng berjalan mengendap-endap mendekati satu anak yang terdekat.
Tiba-tiba, tanpa ampun, dari belakang ia menikam dan menghunjamkan berkali-kali pisau berkilatan tajam ke punggung teman yang tak pernah menduga!!! Cras! Cras! Cras!!!... Menggelepar, terkapar, meregang nyawa! Bagai burung yang terpojok dalam sangkar, direnggut, dicekik, diremas kuat, lalu dipatahkan lehernya!
Tu, wa, ga, pat, ma, nam, juh, pan, lan, luh...
Siapa teman, siapa musuh?!
Satu ksatria gugur. Satu dari tujuh...
Dua, tiga, empat, lima. Hingga cawan darah penuh!
Belum puas melihat korbannya bergenangan darah, hasrat membunuh anak itu justru kian bertambah. Mengendap-endap, memburu, dengan dingin digoroki temannya, satu persatu! Aksi sadis film bisu! Di akhir permainan, hanya satu anak yang keluar dari tempat sembunyi. Anak yang bisu, gagap, gagu, dengan bibir membiru, pura-pura tidak tahu. Pulang ke rumah, memasang topeng polos agak bodoh dan mimik sedih memelas, wajah aslinya yang kejam dicampakkan terkubur bersama tumpukan enam jasad mungil yang membusuk di dasar gelap bergenang, kubangan sumur!
Yudho bergidik ngeri, terngiang-ngiang di kepala, suara anak kecil itu bergema...
Tu, wa, ga, pat, ma, nam, juh, pan, lan, luh...
Siapa teman, siapa musuh?!
OST Novel: Instrumental
Video lagu JERIT PRAJURIT yang ditampilkan di sini adalah versi instrumental yang memang direncanakan sebagai Background Music pengiring bagi sejumlah scene dalam film PRAHARA NUSANTARA, dengan catatan ada yang berminat memproduserinya! ;p Meski demikian lagu itu mempunyai lirik lho! Pada lain kesempatan, insya Allah, penulis, eh pemusik, akan mencoba memainkan sembari menyanyikannya, ehm! EHM! ;p~ Hehehe...
Semoga dengan membaca lirik lagu tersebut, seperti halnya dua lagu tema novel sebelumnya, pembaca bisa lebih menangkap kesan yang mendalam dari novelnya, seraya membayangkan kira-kira akan jadi seperti apa novel ini bila difilmkan yaaa? :D Akan menarik, Insya Allah, tentunya! Ya, semoga! :)
Terima kasih atas do’a dan dukungan dari teman-teman semua! ^^;v
Terus berkarya dan jangan patah semangat! Selamat Berjuang!!! ^^;v
Semoga dengan membaca lirik lagu tersebut, seperti halnya dua lagu tema novel sebelumnya, pembaca bisa lebih menangkap kesan yang mendalam dari novelnya, seraya membayangkan kira-kira akan jadi seperti apa novel ini bila difilmkan yaaa? :D Akan menarik, Insya Allah, tentunya! Ya, semoga! :)
Terima kasih atas do’a dan dukungan dari teman-teman semua! ^^;v
Terus berkarya dan jangan patah semangat! Selamat Berjuang!!! ^^;v
Jumat, 20 Juli 2012
Kamilah Sapta Satria!
SAPTA SATRIA, as drawn by Wisanggeni
(Ki-ka): Irawan YUDHO
Prawiro, RONGGO Waskito, SATRIO Adiguno Pranoto, ABIMANYU Wibisono,
TEGUH Samudro, ONGGO DEWO Pamungkas, GESANG Priyo Utomo
(Gatotkaca,
Irawan, Antareja, Abimanyu, Pancawala, Antasena, Wisanggeni)
Teaser Novel #03
Ambulans itu keluar dari RSCM. Sirenenya meraung memilukan membuat semua
yang melihat sontak menyibak, memberikan jalan. Ambulans meluncur
dengan kecepatan tinggi, dikawal oleh tiga buah mobil patroli, dan
didahului oleh dua motor BM polisi, diikuti oleh iring-iringan keluarga
besar yang turut berduka cita atas kepergian dia yang terbaring di peti
mati dalam ambulans yang meluncur hendak membawanya ke rumah duka untuk disemayamkan setelah otopsi selesai, lalu dikuburkan sore hari ini.
Iring-iringan mulai melalui daerah padat kendaraan. Meski motor BM dengan sangar tak berhenti menyalak galak lewat jerit klaksonnya yang khas, namun apa daya, kemacetan yang begitu mengular menggila memaksa bahkan rombongan VIP sekalipun harus bersabar dan merasakan deritanya merakyat, bermandi peluh tak berbeda seperti pengemudi kendaraan yang lainnya. Ketika akhirnya rombongan berhasil lepas dari kemacetan, dua motor BM langsung melesat memotong lampu lalu lintas. Saat itulah dari sebelah kanan, sebuah truk sampah dalam kecepatan sangat tinggi meluncur tanpa rem menerobos lampu yang telah berganti merah, begitu saja memotong menabrakkan diri ke arah mobil patroli dan pengawalan (patwal) polisi persis di belakang ambulans yang telah dapat meloloskan diri!
BRUAAKKKK!!! CKIIIIITTTT... BRAKKK!! BRUKKKK!!! CRAAAATTS!!!
Terjadi tabrakan beruntun antara truk dan mobil patwal polisi, yang naasnya juga diseruduk bertubi-tubi oleh mobil-mobil di belakangnya. Kecelakaan yang mengenaskan itu tak ayal membuat macet kondisi di perempatan lampu lalu lintas itu, menghentikan laju rombongan yang bersungut-sungut tak bisa lewat, harus kehilangan jejak ambulans yang melesat meninggalkan mereka tanpa rasa bersalah atau peduli sekedar menanti.
Kondisi mobil patwal polisi rusak berat, ringsek di hidungnya dihajar oleh truk sampah, adapun polisi yang mengendarai luka parah dan terjepit, berusaha ditolong oleh teman-temannya yang lain keluar. Saat salah satu polisi berusaha menangkap supir truk, ternyata ia telah lari dan saat dikejar dengan melepas satu tembakan peringatan ke udara, entah darimana tiba-tiba sebuah sepeda motor dari arah belakang menggeram memacu lajunya dan supir truk itu langsung melompat membonceng, lalu keduanya melarikan diri dan dalam sekejap menghilang berbelok di tikungan.
Sementara itu, dua polisi yang mengendarai motor BM mulai menyadari apa yang terjadi, memperlambat laju dan memberi kode ambulans untuk menepi dan berhenti. Namun saat kedua polisi datang menghampiri, tiba-tiba supir ambulans yang tenang menanti dengan senyuman menyeringai lalu mengeluarkan sepucuk pistol dan langsung menyalak menembak kedua polisi lalu lintas yang malang, DEBBB! DEBBB!! Keduanya langsung roboh dan mati di tempat. Ambulans lalu mulai berjalan lagi tanpa menyalakan sirene, meluncur dalam diam seribu bahasa, menyimpan misteri akan apa yang terjadi.
Iring-iringan mulai melalui daerah padat kendaraan. Meski motor BM dengan sangar tak berhenti menyalak galak lewat jerit klaksonnya yang khas, namun apa daya, kemacetan yang begitu mengular menggila memaksa bahkan rombongan VIP sekalipun harus bersabar dan merasakan deritanya merakyat, bermandi peluh tak berbeda seperti pengemudi kendaraan yang lainnya. Ketika akhirnya rombongan berhasil lepas dari kemacetan, dua motor BM langsung melesat memotong lampu lalu lintas. Saat itulah dari sebelah kanan, sebuah truk sampah dalam kecepatan sangat tinggi meluncur tanpa rem menerobos lampu yang telah berganti merah, begitu saja memotong menabrakkan diri ke arah mobil patroli dan pengawalan (patwal) polisi persis di belakang ambulans yang telah dapat meloloskan diri!
BRUAAKKKK!!! CKIIIIITTTT... BRAKKK!! BRUKKKK!!! CRAAAATTS!!!
Terjadi tabrakan beruntun antara truk dan mobil patwal polisi, yang naasnya juga diseruduk bertubi-tubi oleh mobil-mobil di belakangnya. Kecelakaan yang mengenaskan itu tak ayal membuat macet kondisi di perempatan lampu lalu lintas itu, menghentikan laju rombongan yang bersungut-sungut tak bisa lewat, harus kehilangan jejak ambulans yang melesat meninggalkan mereka tanpa rasa bersalah atau peduli sekedar menanti.
Kondisi mobil patwal polisi rusak berat, ringsek di hidungnya dihajar oleh truk sampah, adapun polisi yang mengendarai luka parah dan terjepit, berusaha ditolong oleh teman-temannya yang lain keluar. Saat salah satu polisi berusaha menangkap supir truk, ternyata ia telah lari dan saat dikejar dengan melepas satu tembakan peringatan ke udara, entah darimana tiba-tiba sebuah sepeda motor dari arah belakang menggeram memacu lajunya dan supir truk itu langsung melompat membonceng, lalu keduanya melarikan diri dan dalam sekejap menghilang berbelok di tikungan.
Sementara itu, dua polisi yang mengendarai motor BM mulai menyadari apa yang terjadi, memperlambat laju dan memberi kode ambulans untuk menepi dan berhenti. Namun saat kedua polisi datang menghampiri, tiba-tiba supir ambulans yang tenang menanti dengan senyuman menyeringai lalu mengeluarkan sepucuk pistol dan langsung menyalak menembak kedua polisi lalu lintas yang malang, DEBBB! DEBBB!! Keduanya langsung roboh dan mati di tempat. Ambulans lalu mulai berjalan lagi tanpa menyalakan sirene, meluncur dalam diam seribu bahasa, menyimpan misteri akan apa yang terjadi.
Teaser Novel #02
”Satria keenam bergelar Satrio Boyong Pambukaning Gapura. Yang dimaksud
adalah presiden Republik Indonesia saat ini, Susilo Bambang Yudhoyono.
Mengapa disebut boyong? Karena ia kerap boyongan atau berpindah-pindah
posisi. Dari semula seorang Letnan Jenderal TNI aktif, tak disangka
karir militernya harus terhenti ketika diangkat dalam jabatan sipil
sebagai Menteri Pertambangan dan Energi pada era Presiden
Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Tidak lama di posisi itu, ia
dialihtugaskan menjadi Menteri Koordinator bidang Politik, Sosial dan
Keamanan (Menkopolsoskam) yang lalu diberhentikan karena gagal mencegah
upaya impeachment terhadap Gus Dur oleh MPR yang gerah terhadap sepak
terjang sang presiden, meskipun kepada SBY telah diberikan Maklumat,
pengganti Dekrit yang sempat diancamkan akan diterbitkan, untuk
melakukan segala tindakan yang diperlukan guna mengatasi krisis serta
’menegakkan ketertiban, keamanan, dan hukum secepat-cepatnya’. SBY tidak
dapat berbuat apa-apa, karena hanya delapan jam setelah Maklumat, MPR
mempercepat diselenggarakan Sidang Istimewa (SI). Setelah Gus Dur
diberhentikan melalui SI MPR, SBY diangkat lagi oleh Presiden Megawati
Soekarnoputeri menjadi Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan
(Menkopolkam). Menjelang Pemilihan Umum 2004, SBY mengundurkan diri
sebagai menteri dan mendirikan Partai Demokrat sebagai jembatan
pengantar dirinya berlaga memperebutkan kursi RI-1. Pada pemilihan umum
pertama yang dipilih langsung oleh rakyat tahun 2004, ia dengan gemilang
memenangkan suara mayoritas sehingga terpilih sebagai presiden yang
keenam, pindah dari kantor Menteri Koordinator, untuk berdiam di Istana
Negara sebagai orang nomor satu di negeri ini. Adapun Pambukaning Gapura
atau pembuka gerbang bisa diartikan bahwa pada masa kepemimpinannyalah
terbuka gerbang menuju kebangkitan kembali kebesaran Indonesia sebagai
bangsa hingga kelak akan tiba di masa keemasan pada era presiden
ketujuh, yakni satria ketujuh yang bergelar Satrio Pinandito Sinisihan
Wahyu, yang berarti satria berwatak pendeta atau ulama yang kejatuhan
wahyu, yakni manusia pilihan yang diridhoi oleh Tuhan maupun alam untuk
menegakkan kembali kejayaan di bumi Nusantara ini!”
Teaser Novel #01
“BANGUNLAH, NGGER!”
“S… Siapa?”
“Bangunlah dari tidur panjangmu. Sadarilah kembali sejatinya dirimu.”
“Aku?... Siapakah Aku?”
“Masa
lima ratus tahun sudah lewat. Saatnya menagih hutang janji dan
membalaskan dendam kesumat. Aku kembali datang setelah terasing di
negeri seberang. Akulah yang akan menuntun jalan untuk memenuhi
takdirmu! Kau adalah yang tersembunyi dan engkaulah yang terang! Kau
adalah yang dinanti, dan saatnya telah datang!”
”Tapi, aku tak mengerti...”
”Saat
ini kau memang belum mengerti, tapi Aku datang untuk mendampingi.
Ikutilah kata hati! Dengarkan kata-kataku, karena Akulah yang samar
namun nyata adanya. Aku yang selalu hadir namun tetap tersembunyi.
Singgasana-Ku adalah persemayaman dalam hati nurani. Dan segala titah-Ku
mesti berkuasa atasmu, harus engkau laksanakan! Maka lakukanlah, Ngger!
Kerjakan apa yang harus engkau kerjakan! Aku akan mengilhami. Nanti
juga kau akan mengerti!”
”Jadi... Apa yang harus Aku lakukan?”
”KELUAR DARI PINGITAN!!!”
* * *
OST Novel: Ending Theme
Assalamu 'alaikum Wr. Wb.
Menyusul telah diunggahnya video lagu pembuka Original Soundtrack Theme dari Novel PRAHARA NUSANTARA - GEGER SATRIO PININGIT, (semoga menyusul filmnya diwujudkan, hehehe amiiin! ^^;) berikut adalah video tema penutup dari OST Novel Prahara Nusantara! Selamat menikmati! :)
OST Novel: Opening Theme
Ya, benar! Tak salah! Yang akan kami bagikan dengan senang hati berikut ini adalah Original Soundtrack Theme dari novel perdana karya Dhimas Wisnu Mahendra: PRAHARA NUSANTARA - GEGER SATRIO PININGIT!!! :)
Resensi Novel
SAPTA SATRIA BANGKIT NO-TO-NO-GO-RO!
MUNCULNYA SATRIO PININGIT SETELAH GORO-GORO!!!
MUNCULNYA SATRIO PININGIT SETELAH GORO-GORO!!!
Tujuh
putera Pandawa! Tujuh orang Ksatria! Tujuh sahabat masa kecil bersumpah
Satya Bela Negara sebagai Sapta Satria! Saat negara berada di ambang
malapetaka, salah satu Ksatria tewas terbunuh, meninggalkan pesan kepada
Satrio, bahwa satu dari tujuh bersahabat berkedok sebagai Satrio
Piningit, sosok berbahaya yang ingin menghancurkan Indonesia lalu
mendirikan negara baru sesuai idealismenya! Berpacu dengan waktu, Satrio
berusaha "membangkitkan" kembali satu demi satu Ksatria yang tersisa
sambil berusaha membuka topeng, menyingkap wajah di balik kedok Satrio
Piningit misterius yang berambisi mewujudkan ramalan JAYABAYA dengan
menjadikan GORO-GORO sebagai pengantar kemunculan dirinya!
Pambukaning Gapura
Bismillaahirrahmaanirrahiim...
Minggu lalu, Rabu, 11
Juli 2012, bertepatan dengan hari libur, atau tepatnya hari yang diliburkan untuk
penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah, Gubernur Daerah Khusus Ibukota
Jakarta, Alhamdulillah telah selesai ditulis novel perdana penulis, tentative diberi judul:
PRAHARA NUSANTARA - Geger Satrio Piningit
Langganan:
Postingan (Atom)

