SAPTA SATRIA Bangkit NO-TO-NO-GO-RO! Munculnya SATRIO PININGIT Setelah GORO-GORO!

Selasa, 02 Oktober 2012

OST Novel Terbaru dan Update Situs 2.0

Yuhuuuu! :)

Bagi sebagian orang, menunggu adalah hal yang membosankan. Tapi menunggu juga bisa jadi mendebarkan dan menyenangkan, tergantung apa dulu yang kita tunggu. Menanti datang kekasih tentunya hati kian berbunga-bunga, seiring detak jantung berdegup kencang, membayangkan langkah semakin mendekat. Sama halnya dengan menantikan kelahiran calon buah hati. Seperti itu pulalah yang penulis rasakan saat ini. Menanti detik-detik kelahiran karya resmi perdana, yakni novel PRAHARA NUSANTARA diterbitkan dan akhirnya dapat bertengger di etalase toko-toko buku besar di tanah air. Semoga mimpi indah itu bisa menjadi kenyataan dalam waktu dekat, amiiin! :)

Jadi, sembari menunggu, apa yang biasanya kita lakukan untuk mengisi waktu senggang? Bagi orang yang terbiasa bekerja dengan produktif, tentu harus selalu ada yang bisa dikerjakan. Yang pasti menyenangkan dan akan lebih baik jika bermanfaat. Maka penulis merasa tiba saatnya untuk mempercantik ulang tampilan blog PRAHARA NUSANTARA! :)

Well, sedikit kecewa karena ternyata ada 2 gadget yang kini broken, yakni game CONTRA dan SUPER MARIO BROS! Padahal keduanya juga muncul dalam novel lho, bahkan sedikit bocoran, adegan klimaks kisahnya bakal seru dengan banyak tembak-tembakan seperti dalam permainan CONTRA! :D Tapi tak mengapa, untuk mengobati kerinduan akan nostalgia masa kecil bermain Nintendo atau jenis konsol video game lainnya, pada kesempatan Update Situs yang kedua ini, penulis mencoba akan menambahkan beberapa fitur baru. Tentunya yang berkaitan dengan novel atau tokoh utama dalam kisahnya.

---

Update tanggal 4 Oktober 2012
- Well! Akhirnya nemu widget yang lebih OK, untuk dua game di atas! CONTRA dan SUPER MARIO BROS! Dengan layar lebih besar, AYEYYY! Lihat postingan Update Situs sebelumnya untuk mengetahui alasan mengapa SUPER MARIO BROS dan CONTRA bisa bertengger dalam alur novel ini! :D
- Satu lagi! Game unik dan seru, INDESTRUCTO-TANK! :) Mengapa Game ini dimasukkan? Karena (Bocoran lagi, dhuh! ^^;) dalam adegan mendekati klimaks, salah satu tokoh utama anggota kelompok Sapta Satria akan bertempur dengan menaiki Panser buatan dalam negeri, ANOA!!! :D Seperti apa kerennya? Dan seperti apa serunya di dalam novel? Nach, silakan mencoba dulu permainannya dan selamat ketagihan hehehe! :D

Update tanggal 5 Oktober 2012
- Tambah satu lagi mini game yang seru, dan tentunya, relevan dengan alur kisah, terutama klimaksnya! Hayo tebak, kira-kira apa yang dilakukan oleh tokoh antagonis kita dalam novel yang berhubungan dengan... Ah, lihat saja langsung gamenya, dan bayangkan kemungkinan yang terjadi jika hal serupa dituangkan ke dalam novelnya! Ya, ini juga bakal ada di novel, bukan game-nya, tapi gagasan permainannya, jadi sambil menunggu novelnya terbit, langsung main aja dech! :D ALPHATTACK! Have fun! :)
- Menjelang sore, akhirnya game yang dicari dapat juga, CAR! Mengejar waktu, mengendarai mobil dalam kecepatan tinggi sambil menghindari kepadatan lalu lintas, seperti yang harus dilakukan oleh sejumlah anggota Sapta Satria saat mereka mengejar kereta (penulis lagi baik hati, bagi-bagi spoiler melulu nich! ^^;) dimana salah satu sahabat anggota Sapta Satria yang lain diculik, atau merelakan dirinya untuk diculik, oleh, anggota Sapta Satria juga tapi membelot jadi, penjahat yang tergabung dalam jaringan teroris! Seperti apa? Sementara menunggu novelnya terbit, selamat bermain kejar-kejaran dan beraksi mengebut di jalan! Tapi ingat, hanya di komputer aja lho, jangan mengebut di jalanan betulan, OK?! :D

Itu aja dulu! Selamat berakhir pekan! :)

---

Sementara penulis memilah dan memilih gadget lain yang tak kalah menarik, silakan menikmati OST Novel PRAHARA NUSANTARA yang dipersembahkan oleh penulis dan teman-teman dari The Penampakanz Band. Sebuah lagu berjudul UNTUK IBU PERTIWI! Selamat menikmati! :)


UNTUK IBU PERTIWI
The Penampakanz

Ibu sudahlah, berhenti menangis
Pilu hati kami, tertumpah sedihmu
Ibu sabarlah, meski kau teriris
Perih luka terkoyak ulah anakmu

Kami tak rela, telah sekian lama
Kau menderita, kehilangan semangat jiwa
Kami kan bela, kehormatan dan nama
Meski harus bertaruh nyawa

Pertiwi, oh Bunda
Tetap kibar benderamu
Anggun gagah perwira
Semerbak berjaya

Merahku, Putihku
Deras aliran darahku
Sampai putus nafas
Berjuang hingga akhir waktu

:)

Pancasila Sakti dan Prahara Nusantara

Assalamu 'alaikum Wr. Wb. :)

Setelah lewat satu bulan, akhirnya kemarin, bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2012, selesailah sudah revisi secara keseluruhan novel Prahara Nusantara dan telah dikirimkan kembali ke pihak editor. Mudah-mudahan tidak ada perubahan berarti dan dapat segera naik cetak, alhamdulillah! :)

Tak sabar menanti, selanjutnya tanda tangan kontrak dan pemilihan cover. Ada masukan bagaimana supaya cover-nya terlihat lebih ciamik? Pada waktu diterbitkan secara gerilya bagian pertama dari novel ini dengan judul GEGER SATRIO PININGIT: Eka Parwa - Serat Kalatidha, melalui Nulisbuku.com di bawah bendera ARYANI Books, label sendiri menggunakan nama istri hehehe, banyak kritik membangun, lebih tepatnya protes sich hehehe, mengapa covernya begitu? Kenapa harus seperti itu?!Yach, maksudnya, seperti ini nich... ^^;


Selasa, 04 September 2012

Teaser Novel #07

MINGGU, 23 NOVEMBER 1986
KILAS BALIK, 23 TAHUN LALU

    Markas rahasia Sapta Satria kini telah lebih mirip ‘markas’ setelah beberapa minggu lalu anggota Sapta Satria bahu-membahu membuat balai lesehan mengitari batang pohon ceri yang rindang. Meski hanya bermodal beberapa balok kayu bekas dan papan tripleks tipis yang dipaku sejajar menjadi alas tak beratap, tapi kini mereka bisa lebih nyaman dan leluasa bercengkerama sambil duduk berselonjor atau tidur-tiduran. Seperti hari itu, minggu siang usai pemutaran serial Highway to Heaven di TVRI, di kala terik panas mentari tepat ada di atas kepala, melewatkan waktu tidur siang, para anggota kelompok Sapta Satria tampak lengkap berkumpul.
    Gesang tampak asyik membuat sketsa, sementara Onggo Dewo dengan lantang mendiktekan apa yang harus digambar. Di atas dahan, Abimanyu berdiri dengan gagah menggenggam pistol mengintai sekeliling, barangkali Gerombolan Si Berat akan datang mengacau. Ronggo yang bertubuh kecil tak mau kalah, menggunakan kekeran binocular, mengamati kanan dan kiri, depan dan belakang, dengan seksama. Teguh memperlambat laju sepeda GT-BMX baru hadiah ulang tahun dari papanya, diikuti Satrio mengayuh sepeda onthel milik ayahnya, warisan mendiang kakek yang konon dulu selalu menemani berjuang gerilya sejak zaman penjajahan Jepang. Yudho melompat dari boncengan, melepas tas punggung yang berat berisi sarat. Setelah saling tos dan berjabat tangan, ketiganya bergabung duduk di sebelah Gesang dan Onggo Dewo. Yudho mengeluarkan botol sirup marquisa kental, diikuti botol plastik besar berisi air mineral dan beberapa cup plastik, disambut gembira teman-temannya yang memang sudah kehausan.
    “Kalian menggambar apa?” Tanya Teguh.
    “Bagus kalian semua sudah datang! Kami sedang pusing memikirkan cara untuk menyelamatkan dunia!”
    “HAH?!!” Yang lain bengong mendengar celutukan Onggo Dewo.
    “Memangnya dunia kenapa?” Ronggo menyorot ke arah Onggo Dewo, masih dengan kekerannya.
    “Dunia dalam bahaya!!! Alien datang menyerang! Mereka mau membasmi umat manusia! Yang bisa menolong hanya tujuh orang ksatria, yaitu kita, SAPTA SATRIA! Tapi yang aku masih bingung, bagaimana cara kita mengalahkan mereka?” Onggo Dewo menggaruk-garuk kepala.

Sabtu, 21 Juli 2012

Update Situs

Alhamdulillah...

Hari pertama puasa, 1 Ramadhan 1432 H, bertepatan dengan tanggal 21 Juli 2012, sukses ngabuburit dengan update situs resmi novel PRAHARA NUSANTARA! ^^; (Woiii ngaji, woiii! Tarawih woiiii! ;p)

Sejumlah pembaruan yang dilakukan, antara lain:
- mengubah perwajahan situs jadi lebih dinamis, pengaturan tata letak, penambahan header dan background picture, semoga bisa jadi lebih menarik. Foto yang ditampilkan adalah lokasi baku tembak tokoh utama kita dan tokoh utama penjahat tentunya, dalam klimaks novel ini! :)
- menambahkan widget-widget seperti Popular Entry, Recent Comment, Twitter Updates, Polling, Statistics, Digital Clock and Date, Page Viewed, Share It, +1 button, juga Universal Converter yang bermanfaat, dan tak ketinggalan Flash Games CONTRA dan SUPER MARIO BROS, bernostalgia dengan sahabat masa kecil, dan karena alasan khusus, kedua game ini muncul juga dalam novelnya! :)
- update terbaru, menambahkan widget MORSE translator! Bagi yang senang bermain sandi rahasia seperti waktu mengikuti kegiatan Pramuka, coba widget sederhana tapi asyik ini! Para anggota SAPTA SATRIA juga saling bertukar pesan rahasia melalui sandi Morse lho! Baca cuplikan dalam novelnya di bawah ini! :)

Teaser Novel #06

JAGAD DEWA BATHARA!!!...

Bom Bali I diledakkan oleh Amrozi dan kawan-kawan tanggal 12 Oktober 2002. Jika ditulis begini: 12/10/02, dan sesuai pola, dihilangkan angka 0, maka dihasilkan: 12/1/2.

Tragedi 9/11 terjadi 11 November 2001, yakni 1 tahun sebelumnya. Sesuai pola ditulis: 9/11/01, hilangkan angka 0 menjadi: 9/11/1.

Jika format penulisannya disamakan yakni bulan-tanggal-tahun (mm/dd/yy), diperoleh: 9/11/1 dan 1/12/2! 

Hampir semua orang awas dengan kode telepon darurat (Emergency) yang berlaku internasional yaitu 9-1-1! Tapi adakah yang menyadari bahwa kode panggilan darurat di Indonesia adalah: 1-1-2?! 

Kode yang sama dengan panggilan Unit Reaksi Cepat Polisi?!

Seakan tak cukup membuat tercengang, kali ini tanggal kejadian Bom Bali II yang menyentaknya! 

1 Oktober 2005 = 01/10/05! Hilangkan angka 0, tanggal dan bulan ditulis bolak-balik pun hasilnya sama: 1-1-5! Itu adalah kode darurat Search and Rescue (SAR)! 

Jika diambil 01/10-nya saja, 1-1-0 adalah kode untuk panggilan, lagi-lagi, POLISI!

SINTING!!!... SARAP!!!... SETAN!!!... KURAP!!!...

Teaser Novel #05

Akeh sing kudhung kuwali lumuten. Padha kapikat katut janji. Teneba pangkat drajat malah ngajak mlarat. Pintere wicara sing bener digawe ala. Akeh wong mati pinggir kali. Tanpa sirah mung gembunge... 

Terjemahan: Banyak orang bertopi baja hijau lumut. Menjadi terpikat oleh janji-janji. Diberi pangkat dan kedudukan malah mengajak melarat. Orang pandai berbicara membuat yang benar jadi salah. Banyak orang mati di tepi sungai. Tanpa kepala hanya tubuhnya... 

(Jangka Jayabaya, bait 130)

* * *

Lelaki itu berlari. Terengah-engah, ia terus berlari. Malam semakin pekat. Pengejarnya pun kian dekat. Berpacu cepat dengan bayangan yang mengejarnya hendak menjerat. Ketakutannya berpadu dengan nafas tersengal, berat menggebu. Bulan sabit yang mengintai dari balik mega gelap di angkasa, bagai arit tajam yang siap terayun dan menebas kepalanya. 

Sontak kengerian meremang tubuhnya yang bergidik, terkesiap. Sosok itu sudah berdiri menghadang di depannya! Sosok dengan sabit besar, berjubah hitam, wajah tertutup samar, tampak mengenakan topeng. Topeng mengerikan, melotot bertaring! Bagai wajah dewa kematian hendak mencerabut nyawa, menjemput ajalnya!

Sekali tebas, CRAAAT!!! Kepala itu pun menggelinding! Darah menyembur dari pangkal leher, deras memancar! Perlahan tubuh itu jatuh berdebam! Sejenak berjengit dan berkelojotan, lalu diam. Untuk selamanya. Mati penasaran dengan mengenaskan.

Teaser Novel #04

“Nama Irawan Yudho Prawiro khan... Tidak mengandung unsur NO, Yud?”

 “PERSETAN!!! NO-TO-NO-GO-RO! Segala HO-NO-CO-RO-KO atau DO-TO-SO-WO-LO... SO WHAT GITU LOCH?!!” Dara sedapat mungkin menahan geli.

“Bagiku ini sudah keterlaluan!!! Dengan atau tanpa pola, takkan kubiarkan orang itu membunuhku, atau siapapun di antara kita!!!” Yudho sungguh-sungguh marah.

Terbayang permainan petak umpet, masa kanak-kanak dahulu. Hanya saja kali ini Yudho merasa berada dalam gelap, dan cuma bisa melihat dari ruang kaca tebal, penuh kabut, serba kedap. Ketika teman-teman sedang mendekam di tempat persembunyian, seorang anak yang mengenakan topeng berjalan mengendap-endap mendekati satu anak yang terdekat.

Tiba-tiba, tanpa ampun, dari belakang ia menikam dan menghunjamkan berkali-kali pisau berkilatan tajam ke punggung teman yang tak pernah menduga!!! Cras! Cras! Cras!!!... Menggelepar, terkapar, meregang nyawa! Bagai burung yang terpojok dalam sangkar, direnggut, dicekik, diremas kuat, lalu dipatahkan lehernya!

Tu, wa, ga, pat, ma, nam, juh, pan, lan, luh...
Siapa teman, siapa musuh?!
Satu ksatria gugur. Satu dari tujuh...
Dua, tiga, empat, lima. Hingga cawan darah penuh!


Belum puas melihat korbannya bergenangan darah, hasrat membunuh anak itu justru kian bertambah. Mengendap-endap, memburu, dengan dingin digoroki temannya, satu persatu! Aksi sadis film bisu! Di akhir permainan, hanya satu anak yang keluar dari tempat sembunyi. Anak yang bisu, gagap, gagu, dengan bibir membiru, pura-pura tidak tahu. Pulang ke rumah, memasang topeng polos agak bodoh dan mimik sedih memelas, wajah aslinya yang kejam dicampakkan terkubur bersama tumpukan enam jasad mungil yang membusuk di dasar gelap bergenang, kubangan sumur!

Yudho bergidik ngeri, terngiang-ngiang di kepala, suara anak kecil itu bergema...

Tu, wa, ga, pat, ma, nam, juh, pan, lan, luh...
Siapa teman, siapa musuh?!