SAPTA SATRIA Bangkit NO-TO-NO-GO-RO! Munculnya SATRIO PININGIT Setelah GORO-GORO!

Sabtu, 21 Juli 2012

OST Novel: Instrumental

Video lagu JERIT PRAJURIT yang ditampilkan di sini adalah versi instrumental yang memang direncanakan sebagai Background Music pengiring bagi sejumlah scene dalam film PRAHARA NUSANTARA, dengan catatan ada yang berminat memproduserinya! ;p Meski demikian lagu itu mempunyai lirik lho! Pada lain kesempatan, insya Allah, penulis, eh pemusik, akan mencoba memainkan sembari menyanyikannya, ehm! EHM! ;p~ Hehehe...

Semoga dengan membaca lirik lagu tersebut, seperti halnya dua lagu tema novel sebelumnya, pembaca bisa lebih menangkap kesan yang mendalam dari novelnya, seraya membayangkan kira-kira akan jadi seperti apa novel ini bila difilmkan yaaa? :D Akan menarik, Insya Allah, tentunya! Ya, semoga! :)

Terima kasih atas do’a dan dukungan dari teman-teman semua! ^^;v
Terus berkarya dan jangan patah semangat! Selamat Berjuang!!! ^^;v

Jumat, 20 Juli 2012

Kamilah Sapta Satria!



SAPTA SATRIA, as drawn by Wisanggeni

(Ki-ka): Irawan YUDHO Prawiro, RONGGO Waskito, SATRIO Adiguno Pranoto, ABIMANYU Wibisono, TEGUH Samudro, ONGGO DEWO Pamungkas, GESANG Priyo Utomo 
(Gatotkaca, Irawan, Antareja, Abimanyu, Pancawala, Antasena, Wisanggeni)

Teaser Novel #03

Ambulans itu keluar dari RSCM. Sirenenya meraung memilukan membuat semua yang melihat sontak menyibak, memberikan jalan. Ambulans meluncur dengan kecepatan tinggi, dikawal oleh tiga buah mobil patroli, dan didahului oleh dua motor BM polisi, diikuti oleh iring-iringan keluarga besar yang turut berduka cita atas kepergian dia yang terbaring di peti mati dalam ambulans yang meluncur hendak membawanya ke rumah duka untuk disemayamkan setelah otopsi selesai, lalu dikuburkan sore hari ini.
 

Iring-iringan mulai melalui daerah padat kendaraan. Meski motor BM dengan sangar tak berhenti menyalak galak lewat jerit klaksonnya yang khas, namun apa daya, kemacetan yang begitu mengular menggila memaksa bahkan rombongan VIP sekalipun harus bersabar dan merasakan deritanya merakyat, bermandi peluh tak berbeda seperti pengemudi kendaraan yang lainnya. Ketika akhirnya rombongan berhasil lepas dari kemacetan, dua motor BM langsung melesat memotong lampu lalu lintas. Saat itulah dari sebelah kanan, sebuah truk sampah dalam kecepatan sangat tinggi meluncur tanpa rem menerobos lampu yang telah berganti merah, begitu saja memotong menabrakkan diri ke arah mobil patroli dan pengawalan (patwal) polisi persis di belakang ambulans yang telah dapat meloloskan diri!
 

BRUAAKKKK!!! CKIIIIITTTT... BRAKKK!! BRUKKKK!!! CRAAAATTS!!!
 

Terjadi tabrakan beruntun antara truk dan mobil patwal polisi, yang naasnya juga diseruduk bertubi-tubi oleh mobil-mobil di belakangnya. Kecelakaan yang mengenaskan itu tak ayal membuat macet kondisi di perempatan lampu lalu lintas itu, menghentikan laju rombongan yang bersungut-sungut tak bisa lewat, harus kehilangan jejak ambulans yang melesat meninggalkan mereka tanpa rasa bersalah atau peduli sekedar menanti.
 

Kondisi mobil patwal polisi rusak berat, ringsek di hidungnya dihajar oleh truk sampah, adapun polisi yang mengendarai luka parah dan terjepit, berusaha ditolong oleh teman-temannya yang lain keluar. Saat salah satu polisi berusaha menangkap supir truk, ternyata ia telah lari dan saat dikejar dengan melepas satu tembakan peringatan ke udara, entah darimana tiba-tiba sebuah sepeda motor dari arah belakang menggeram memacu lajunya dan supir truk itu langsung melompat membonceng, lalu keduanya melarikan diri dan dalam sekejap menghilang berbelok di tikungan.
 

Sementara itu, dua polisi yang mengendarai motor BM mulai menyadari apa yang terjadi, memperlambat laju dan memberi kode ambulans untuk menepi dan berhenti. Namun saat kedua polisi datang menghampiri, tiba-tiba supir ambulans yang tenang menanti dengan senyuman menyeringai lalu mengeluarkan sepucuk pistol dan langsung menyalak menembak kedua polisi lalu lintas yang malang, DEBBB! DEBBB!! Keduanya langsung roboh dan mati di tempat. Ambulans lalu mulai berjalan lagi tanpa menyalakan sirene, meluncur dalam diam seribu bahasa, menyimpan misteri akan apa yang terjadi.


Teaser Novel #02

”Satria keenam bergelar Satrio Boyong Pambukaning Gapura. Yang dimaksud adalah presiden Republik Indonesia saat ini, Susilo Bambang Yudhoyono. Mengapa disebut boyong? Karena ia kerap boyongan atau berpindah-pindah posisi. Dari semula seorang Letnan Jenderal TNI aktif, tak disangka karir militernya harus terhenti ketika diangkat dalam jabatan sipil sebagai Menteri Pertambangan dan Energi pada era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Tidak lama di posisi itu, ia dialihtugaskan menjadi Menteri Koordinator bidang Politik, Sosial dan Keamanan (Menkopolsoskam) yang lalu diberhentikan karena gagal mencegah upaya impeachment terhadap Gus Dur oleh MPR yang gerah terhadap sepak terjang sang presiden, meskipun kepada SBY telah diberikan Maklumat, pengganti Dekrit yang sempat diancamkan akan diterbitkan, untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan guna mengatasi krisis serta ’menegakkan ketertiban, keamanan, dan hukum secepat-cepatnya’. SBY tidak dapat berbuat apa-apa, karena hanya delapan jam setelah Maklumat, MPR mempercepat diselenggarakan Sidang Istimewa (SI). Setelah Gus Dur diberhentikan melalui SI MPR, SBY diangkat lagi oleh Presiden Megawati Soekarnoputeri menjadi Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam). Menjelang Pemilihan Umum 2004, SBY mengundurkan diri sebagai menteri dan mendirikan Partai Demokrat sebagai jembatan pengantar dirinya berlaga memperebutkan kursi RI-1. Pada pemilihan umum pertama yang dipilih langsung oleh rakyat tahun 2004, ia dengan gemilang memenangkan suara mayoritas sehingga terpilih sebagai presiden yang keenam, pindah dari kantor Menteri Koordinator, untuk berdiam di Istana Negara sebagai orang nomor satu di negeri ini. Adapun Pambukaning Gapura atau pembuka gerbang bisa diartikan bahwa pada masa kepemimpinannyalah terbuka gerbang menuju kebangkitan kembali kebesaran Indonesia sebagai bangsa hingga kelak akan tiba di masa keemasan pada era presiden ketujuh, yakni satria ketujuh yang bergelar Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu, yang berarti satria berwatak pendeta atau ulama yang kejatuhan wahyu, yakni manusia pilihan yang diridhoi oleh Tuhan maupun alam untuk menegakkan kembali kejayaan di bumi Nusantara ini!”

Teaser Novel #01

“BANGUNLAH, NGGER!”

“S… Siapa?”

“Bangunlah dari tidur panjangmu. Sadarilah kembali sejatinya dirimu.”

“Aku?... Siapakah Aku?”

“Masa lima ratus tahun sudah lewat. Saatnya menagih hutang janji dan membalaskan dendam kesumat. Aku kembali datang setelah terasing di negeri seberang. Akulah yang akan menuntun jalan untuk memenuhi takdirmu! Kau adalah yang tersembunyi dan engkaulah yang terang! Kau adalah yang dinanti, dan saatnya telah datang!”

”Tapi, aku tak mengerti...”

”Saat ini kau memang belum mengerti, tapi Aku datang untuk mendampingi. Ikutilah kata hati! Dengarkan kata-kataku, karena Akulah yang samar namun nyata adanya. Aku yang selalu hadir namun tetap tersembunyi. Singgasana-Ku adalah persemayaman dalam hati nurani. Dan segala titah-Ku mesti berkuasa atasmu, harus engkau laksanakan! Maka lakukanlah, Ngger! Kerjakan apa yang harus engkau kerjakan! Aku akan mengilhami. Nanti juga kau akan mengerti!”

”Jadi... Apa yang harus Aku lakukan?”

”KELUAR DARI PINGITAN!!!”

* * *

OST Novel: Ending Theme


Assalamu 'alaikum Wr. Wb.

Menyusul telah diunggahnya video lagu pembuka Original Soundtrack Theme dari Novel PRAHARA NUSANTARA - GEGER SATRIO PININGIT, (semoga menyusul filmnya diwujudkan, hehehe amiiin! ^^;) berikut adalah video tema penutup dari OST Novel Prahara Nusantara! Selamat menikmati! :)

OST Novel: Opening Theme


Ya, benar! Tak salah! Yang akan kami bagikan dengan senang hati berikut ini adalah Original Soundtrack Theme dari novel perdana karya Dhimas Wisnu Mahendra: PRAHARA NUSANTARA - GEGER SATRIO PININGIT!!! :)